Cari Blog Ini

Mengenal Jenis Baterai Ponsel

Diambil dari

BOBBY SAFII’S BLOG

Baterai NokiaSatu-satunya sumber energi ponsel adalah baterai, sehebat dan secanggih apapun sebuah ponsel takkan mampu berfungsi tanpa enegi dari baterai. pada kesempatan ini saya akan mengupas secara mendetail tentang baterai ponsel termasuk beberapa hal yang harus kita pahami berhubungan dengan baterai ponsel, seperti sistemasi cara bekerja sebuah baterai ponsel, teknik carging yang optimal termasuk membangkitkan kembali baterai yang lemah. Baterai yang di gunakan untuk ponsel yaitu jenis baterai rechargeable ( dapat di isi kembali ). Hingga saat ini baterai yang umumnya di gunakan pada peralatan portable seperti ponsel adalah :
- Nickel-Cadmium ( NiCd )
- Nickel-Metal-Hydride (NiMH )
- Lithium-Ion ( Li – Ion )
- Lithium-Polymer ( Li-Polymer )
- Direct Methanol Fuel Cell ( DMFC )
Seperti yang sudah kita ketahui bersama, fungsi dari pada baterai adalah mengubah energi kimia menjadi energi listrik yang dapat di gunakan sebagai sumber energi. Oleh karena itu baterai memiliki tiga komponen penting yaitu Elektroda Positif, Elektroda Negatif, dan bahan elektrolit yang berada di antara kedua elektroda tersebut. bahan elektrolit tersebut yang akan bereaksi untuk menghasilkan energi listrik untuk kemudian di salurkan melalui elektroda positif dan negatif.
Jenis – jenis baterai rechargeable :
1.  Baterai NiCd
Karakteristik baterai NiCd :
  1. Tegangan nominal satu sel baterai NiCd adalah 1,2 volt.
  2. Baterai yang bertegangan nominal lebih tinggi berisi beberapa sel yang di hubungkan seri.
  3. Kelebihan baterai NiCd di bandingkan ketiga jenis lainnya adalah kemampuannya dalam menangani beban tinggi, selain itu baterai NiCd 5x lebih cepat di charge di bandingkan dengan baterai NiMH atau 20x lebih cepat di bandingkan dengan baterai Lithium, karena bisa menggunakan fast charger.
  4. Kelemahan baterai ini di bandingkan dengan baterai Lithium adalah kapasitas simpan yang rendah, ratio daya/berat yang lebih rendah dan adanya efek memory. Selain itu baterai NiCd yang telah di charge dapat kosong sendiri ( self discharging ) walaupun tidak di pakai. sekitar 22% energinya hilang dalam 24 jam.
  5. Baterai NiCd yang sudah lemah tidak bole langsung di charge.
  6. Baterai NiCd harus di kosongkan dulu sampai benar-benar habis sebelum di charge.
  7. Jika di isi lebih dari 10 jam dengan arus rendah akan cepat lemah karena ada efek memory, baterai tidak mampu bekerja walaupun terisi penuh, hal ini terjadi karena pengendapan kristal logam pada elektroda negatif sehingga kapasitas baterai berkurang, impedansi ( Tahanan dalam ) meningkat sehingga terjadi drop tegangan pada saat di bebani baterai hanya berfungsi sebentar.
2.  Baterai NiMH
Karakteristik Baterai NiMH :
  1. Tegangan nominal satu sel baterai NiMH adalah 1,2 volt
  2. Self dischargingnya lebih kecil di bandingkan baterai NiCd, tergantung dari Typenya sekitar 6 – 16% energi akan hilang dalam 24 jam.
  3. Cara charging yang salah akan mengakibatkan baterai tidak bekerja normal, meskipun baterai terisi penuh tetapi akan menyatakan habis walaupun di gunakan sebentar. ( tegangan terukur normal tapi langsung drop ketika di bebani ). Keadaan tersebut di sebut Lazy Battery.
  4. Baterai NiMH dapat menyimpan energi 2x lebih banyak di bandingkan dengan baterai NiCd.
3.  Baterai LI – Ion
Karakteristik Baterai Li – Ion :
  1. Tegangan nominal Baterai Li – Ion adalah 3,6 volt.
  2. Elektrolit dalam baterai Li – Ion sangat reaktif, bocornya dapat mengakibatkan karat pada peralatan.
  3. Baterai Li – Ion ditempatkan dalam cassing logam yang stabil dan kuat
  4. Microcontroller dan sensor-sensor di pasang pada cassing untuk mencegah panas berlebihan dan overcharging.
  5. Kerapatan energi baterai Li – Ion mampu menyimpan energi 3x lebih banyak di bandingkan dengan baterai NiCd.
  6. Baterai Li – Ion tidak memiliki efek memory maupun Lazy Battery sehingga baterai tidak perlu di kosongkan sebelum di charge.
  7. Self discharging juga lebih kecil yaitu sekitar 10% dalam 24 jam.
  8. Impedansi ( tahanan dalam ) baterai Li – Ion  lebih tinggi di bandingkan denga NiCd dan NiMH, yaitu 200 – 250 mili Ohm. Akibatnya baterai cepat menjadi panas dan tegangannya drop jika di bebani terlalu berat.
  9. Lithium sangat reaktif, bahan kimia di dalam baterai akan terurai dengan sendirinya dan setelah 2 tahun baterai menjadi tidak dapat di gunakan lagi walaupun baterai tersebut di simpan saja.
4.  Li – Polymer
Karakteristik baterai Li – Polymer :
  1. Tegangan nominal baterai Li – Polymer adalah 3,6 volt.
  2. Elektrolit dalam baterai Li – Polymer berbentuk padat dan tidak reaktif sehingga menyederhanakan cassing baterai.
  3. Baterai Li – Polymer dapat dibuat dalam ukuran yang sangat tipis dan flexible sehingga cocok di gunakan  dalam peralatan berukuran mini.
  4. Di bandingkan dengan baterai Li – Ion dengan kapasitas yang sama,  baterai Li – Polymer bobotnya lebih ringan 10 – 15%.
  5. Baterai Li – Polymer lebih cepat kehilangan kapasitasnya.
5. Baterai DMFC
Baterai ini merupakan baterai yang materialnya menggunakan fuel cell yaitu berupa cairan di mana komposisinya berupa fuel hidrogen dengan campuran oksigen untuk memproduksi elektrik power, panas dan cair.
Hasil dari reaksi kimia yang terjadi menghasilkan kepadatan energi yang tinggi. Hal inilah yang menjadi keunggulan DMFC di banding dengan baterai Lithium Ion.
Baterai DMFC memiliki 10x improvement dalam kepadatan volumetrik energy.